IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DI SD MUHAMMADIYAH 3 DEPOK
DOI:
https://doi.org/10.62026/j.v4i1.154Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusif berbasis nilai-nilai Islam di SD Muhammadiyah 3 Depok. Pendidikan inklusif dipahami sebagai upaya memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan kondisi fisik, kemampuan, maupun latar belakang sosial. Dalam konteks sekolah Islam, pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keislaman seperti kasih sayang (rahmah), keadilan (‘adl), dan kesetaraan (musawah).[1] Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Muhammadiyah 3 telah menerapkan pendidikan inklusif melalui kebijakan penerimaan peserta didik yang terbuka, pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta penguatan nilai-nilai Islam dalam budaya sekolah. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen kepala sekolah, budaya religius sekolah, serta dukungan orang tua dan guru. Masih terdapat kendala seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya fasilitas pendukung, dan pemahaman yang belum merata mengenai pendidikan inklusif. Secara umum, pendidikan inklusif berbasis nilai-nilai Islam di SD Muhammadiyah 3 telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan penguatan agar dapat terlaksana secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Nilai-nilai Islam, Sekolah Dasar Muhammadiyah

