Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir
https://jurnal.iaijamiatkheir.ac.id/index.php/jtjk
<p>Jurnal<strong> Tarbiyah Jamiat Kheir </strong>adalah jurnal pendidikan Islam berskala nasional dan Internasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Jamiat Kheir Jakarta sejak 2023 (versi online). </p> <ul> <li><strong><a>e-ISSN: 3026-4332</a></strong></li> </ul> <p><strong>Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir </strong>mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS). Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir terbit 2 kali dalam setahun. </p> <h3>Focus and Scope</h3> <p><span id="result_box" lang="en"><span class="hps"><strong>Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir </strong>fokus kepada Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam </span></span></p>LP2M JAMIAT KHEIRid-IDJurnal Tarbiyah Jamiat Kheir3026-4332INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS MELALUI PEMBIASAAN SHOLAT DHUHA DAN DZUHUR BERJAMAAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SMP MUHAMMADIYAH 6 JAKARTA
https://jurnal.iaijamiatkheir.ac.id/index.php/jtjk/article/view/123
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program pembiasaan sholat Dhuha dan Dzuhur berjamaah serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter religius siswa di SMP Muhammadiyah 6 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII dan VIII, sedangkan informan terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan sholat Dhuha dan Dzuhur berjamaah telah berjalan secara rutin dan terstruktur. Sebagian besar siswa menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan ibadah ini, dan karakter religius siswa seperti kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kepedulian sosial berkembang secara positif, namun demikian ditemukan pula bahwa internalisasi nilai-nilai religius belum sepenuhnya optimal karena beberapa siswa masih mengikuti ibadah karena faktor eksternal, bukan atas kesadaran pribadi. Faktor pendukung keberhasilan program ini meliputi keteladanan guru, lingkungan sekolah yang religius, dan keberlanjutan pembinaan. Sebaliknya, hambatan yang dihadapi antara lain kurangnya motivasi intrinsik siswa dan belum maksimalnya refleksi nilai setelah pelaksanaan ibadah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembiasaan sholat berjamaah berpengaruh positif terhadap pembentukan karakter religius siswa, namun perlu disertai pendekatan yang lebih mendalam melalui pembinaan nilai, pendampingan reflektif, dan kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Nilai-nilai Religius, Pembiasaan, Sholat Dhuha, Sholat Dzuhur</p>M ThohaMuhamad Nasrudin Fajri
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir
2025-12-272025-12-273243444910.62026/j.v3i2.123PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA AL – CHASANAH TANJUNG DUREN JAKARTA BARAT
https://jurnal.iaijamiatkheir.ac.id/index.php/jtjk/article/view/125
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar, keaktifan belajar, serta pengaruh minat belajar siswa terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Al – Chasanah Tanjung Duren Jakarta Barat. Minat belajar dipandang sebagai faktor penting yang memengaruhi tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Data dikumpulkan melalui angket dari 46 siswa sebagai sampel dan dianalisis menggunakan rumus mean empiric, teoritik, korelasi Product Moment Pearson, regresi linier sederhana, serta uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar dan keaktifan belajar keduanya dalam kategori baik, dengan rata-rata 61,48 dan 63,82, lebih tinggi dari mean teoritik 50. Koefisien korelasi sebesar 0,7633 menunjukkan hubungan positif dan kuat antara minat belajar dan keaktifan belajar siswa. Persamaan regresi linier yang diperoleh adalah Y = 17,231 + 0,757908x dengan uji F sebesar 76,4066, membuktikan bahwa pengaruh minat belajar terhadap keaktifan belajar signifikan secara statistik. Koefisien determinasi (R²) sebesar 63,46% menandakan bahwa minat belajar menjelaskan mayoritas varians keaktifan belajar, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini seperti adanya siswa yang lebih menyukai mata pelajaran ekonomi, matematika, bahasa inggris dan lainnya. Temuan ini memperkuat teori bahwa minat adalah faktor internal penting yang mendorong partisipasi aktif siswa. Kesimpulannya, peningkatan minat belajar perlu mendapat perhatian serius untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa sehingga proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Al Chasanah menjadi lebih efektif dan produktif.</p>NisrinaHeru Susanto
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir
2025-12-272025-12-273245046610.62026/j.v3i2.125PENGARUH KOMPETENSI GURU DALAM MENGAPLIKASIKAN CANVA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs AL ISLAMIYAH JAKARTA BARAT
https://jurnal.iaijamiatkheir.ac.id/index.php/jtjk/article/view/127
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi guru dalam mengaplikasikan Canva terhadap minat belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak di kelas VII MTs Al Islamiyah Jakarta Barat. Berdasarkan observasi awal, pembelajaran Akidah Akhlak masih menggunakan metode konvensional dan belum memanfaatkan media berbasis teknologi seperti Canva, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTs Al Islamiyah Jakarta Barat tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 55 siswa. Sampel penelitian sebanyak 20 responden dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala <em>Likert</em> yang terdiri dari 30 pernyataan (15 untuk variabel X dan 15 untuk variabel Y), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik korelasi <em>Product Moment Pearson</em>, uji signifikansi (uji t), dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru dalam mengaplikasikan Canva terhadap minat belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak, dengan koefisien korelasi sebesar 0,460 yang berada pada kategori cukup kuat; (2) Hasil uji t menunjukkan t hitung (2,197) > t tabel (2,101), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima; (3) Kompetensi guru dalam mengaplikasikan Canva memberikan kontribusi sebesar 21,16% terhadap minat belajar siswa, sedangkan 78,84% dipengaruhi oleh faktor lain seperti faktor fisik, emosional, sosiologis, dan lingkungan; (4) Rata-rata respons positif siswa terhadap kompetensi guru mencapai 83,46%, sementara minat belajar siswa mencapai 94,17%, dengan 7 indikator mencapai 100% respons positif.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kompetensi Guru, Canva, Minat Belajar, Akidah Akhlak</p>Dewi PurnamasariMoh Zamroni
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir
2025-12-272025-12-273246748710.62026/j.v3i2.127PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA AL-CHASANAH TANJUNG DUREN
https://jurnal.iaijamiatkheir.ac.id/index.php/jtjk/article/view/126
<p>Rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam disebabkan oleh penggunaan metode konvensional yang berpusat pada guru. Kondisi ini menyebabkan siswa menjadi pasif, kurang termotivasi, dan mengalami kesenjangan pemahaman materi. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dipandang sebagai solusi alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar melalui pendekatan pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 44 siswa yang terbagi menjadi 23 siswa kelas eksperimen dan 21 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes pilihan ganda sebanyak 25 soal. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis Independent Sample t-test dengan bantuan program SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 80,15 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,88. Hasil uji Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,002 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas X SMA Al-Chasanah Tanjung Duren. Model Jigsaw terbukti efektif meningkatkan partisipasi aktif siswa, kemampuan kolaborasi, dan pemahaman materi zakat. Disarankan kepada guru untuk menerapkan model Jigsaw sebagai alternatif pembelajaran inovatif dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.</p>SANTIKA SANTIKA
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir
2025-12-272025-12-273248850310.62026/j.v3i2.126ANALISIS KESULITAN PEMBELAJARAN AL QURAN BAGI IBU-IBU PESERTA MAJELIS TAKLIM AL HIKMAH DI KOMPLEK DDN II PONDOK LABU CILANDAK JAKARTA SELATAN
https://jurnal.iaijamiatkheir.ac.id/index.php/jtjk/article/view/136
<h1>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai kesulitan yang dialami ibu-ibu peserta Majelis Taklim Al-Hikmah di Komplek DDN II Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap lima peserta yang memiliki latar belakang usia, pendidikan, dan pengalaman belajar yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama meliputi masalah teknis seperti penguasaan makhraj dan hukum tajwid, keterbatasan kelancaran membaca, serta kesalahan pengucapan huruf-huruf tertentu. Selain itu, faktor usia, penurunan kemampuan kognitif, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta kurangnya waktu belajar menjadi hambatan signifikan. Kesulitan juga muncul karena minimnya pendampingan guru yang kompeten dan kurangnya metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajar dewasa. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran Al-Qur’an yang lebih adaptif, sistematis, dan personal agar dapat mengakomodasi kebutuhan serta kondisi ibu-ibu peserta majelis taklim.</h1> <h1>Kata Kunci: Analisis, Kesulitan Pembelajaran, Al-Qur’an, Majelis Taklim </h1>Abdul AzizSiti Zakiyah khairul anamAsep Fauzan
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir
2025-12-272025-12-273250451810.62026/j.v3i2.136FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI KETERTIBAN SALAT BERJAMAAH SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH: STUDI KUALITATIF DI MI AL-UKHUWWAH JAKARTA BARAT
https://jurnal.iaijamiatkheir.ac.id/index.php/jtjk/article/view/140
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketertiban salat berjamaah siswa Madrasah Ibtidaiyah di MI Al-Ukhuwwah Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam terhadap guru Pendidikan Agama Islam serta siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertiban salat berjamaah dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, antara lain pembiasaan religius yang dilakukan secara konsisten, keteladanan guru dalam pelaksanaan ibadah, ketersediaan fasilitas ibadah, serta dukungan keluarga dalam membangun kebiasaan salat di rumah. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya kontrol diri sebagian siswa, pengaruh teman sebaya, serta keterbatasan sarana mushala yang menyebabkan pelaksanaan salat berjamaah harus dilakukan dalam beberapa sesi. Upaya guru dalam meningkatkan ketertiban siswa dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, pemberian nasihat sebelum salat, pendekatan persuasif, serta penerapan reward dan sanksi edukatif. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter religius siswa secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci </strong>: Faktor-faktor, Ketertiban salat berjamaah, Siswa</p>Indah Ayu LestariSiti SurtinahAbdul Rahim
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir
2025-12-272025-12-273251953510.62026/j.v3i2.140